Berolahraga akan memastikan tubuh Anda selalu aktif bergerak sehingga otot tubuh terlatih dengan baik, sirkulasi darah menjadi lancar dan kesehatan jangka panjang pun bisa Anda dapatkan.
Mencukupi asupan nutrisi tubuh saat berolahraga sama pentingnya dengan olahraga yang Anda lakukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tubuh Anda benar-benar mendapatkan bahan bakar yang cukup untuk berolahraga dan pemulihan setelah berolahraga.
Berikut contoh pola makan sebelum, selama dan sesudah berolahraga agar Anda bisa mendapatkan manfaat optimal dari olahraga yang Anda lakukan.
Target asupan nutrisi sebelum olahraga :
- Mengonsumsi makanan atau camilan tinggi karbohidrat untuk mengisi penuh simpanan glikogen otot. Jika persiapan pertandingan menimbulkan rasa gugup atau membuat sibuk, maka konsumsilah makanan pengganti makan atau meal replacement yang berupa cairan yang lebih praktis dan mudah dikonsumsi daripada makanan utuh biasa.
- Mengonsumsi makanan kaya protein sebelum berolahraga dalam porsi kecil hingga sedang. Protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan otot. Asupan protein yang cukup sebelum berolahraga dapat membantu mengurangi rasa sakit otot setelah berolahraga.
- Pilihlah makanan yang rendah lemak dan serat untuk mempermudah pencernaan nutrisinya.
Contoh makanan dan minuman sebelum olahraga :
3-4 jam sebelum olahraga :
3-4 jam sebelum olahraga :
- Roti gandum dengan selai kacang dan madu + minuman sarapan instan.
- Smoothie buah dan yoghurt + sereal atau oatmeal rendah lemak.
- Oatmeal dengan gula merah dan almond (bisa diganti jenis kacang lainnya) + susu skim + pisang.
- Keju cottage rendah lemak + selai apel + cracker + anggur.
- Hamburger dengan ham rendah lemak dengan selada dan tomat + salad + yoghurt dengan buah.
- Sandwich ayam dan keju + buah + protein shake.
- Sandwich tuna + buah + yoghurt bebas lemak.
- Minuman olahraga atau cukup air mineral saja.
- Sport bar, protein bar, atau energy bar. Jenis lain ada energy gel dan energy gummy.
- Sepotong buah atau sandwich selai.
Target Asupan Nutrisi Selama Olahraga :
- Campuran nutrisi bahan bakar yang optimal : Asupan nutrisi selama olahraga ketahanan berdurasi lama membutuhkan asupan cairan, karbohidrat, dan elektrolit dalam komposisi yang cukup dan waktu konsumsi yang tepat. Kurang mengonsumsi cairan dan terlalu banyak asupan karbohidrat bisa menyebabkan kram otot perut dan masalah pencernaan.
- Asupan cairan yang cukup untuk mengganti keringat yang keluar : Hindari kehilangan cairan tubuh yang parah (hingga turun berat badan 2% atau lebih) saat berolahraga durasi tinggi. Dehidrasi dapat menyebabkan keletihan dan mengurangi performa tubuh. Mengetahui berapa banyak keringat Anda keluarkan dapat membantu menentukan berapa banyak cairan yang harus dikonsumsi.
- Sebuah program yang sesuai kebutuhan tubuh : Sebuah rencana asupan nutrisi berdasar kebutuhan tubuh Anda bisa membantu memaksimalkan performa tubuh. Bereksperimenlah dengan mencoba konsumsi berbagai jenis minuman dan makanan untuk berbagai jenis olahraga yang berbeda. Catat bagaimana respon dan toleransi tubuh Anda atas asupan makanan dan minuman tertentu.
Jenis makanan dan minuman selama berolahraga :
- Minuman penunjang olahraga yang mengandung karbohidrat dan elektrolit.
- Makanan tinggi karbohidrat yang mudah dicerna selama berolahraga ketahanan, misalnya pisang, bolu gulung madu atau selai, makanan penunjang olahraga (energy gel, energy gummy chew), atau sport bar.
- Konsumsilah makanan di atas diselingi minum untuk mempercepat pengiriman bahan bakar ke seluruh otot tubuh yang bekerja.
Kiat yang perlu diperhatikan :
- Pastikan kondisi tubuh Anda full tank oleh asupan nutrisi sebelum berolahraga. Mulailah olahraga dengan kondisi tubuh yang terhidrasi dengan baik dan otot yang penuh bahan bakar (dari asupan karbohidrat).
- Cobalah jenis makanan dan minuman baru selama berolahraga untuk menentukan jenis, jumlah, dan waktu konsumsi makanan dan minuman yang direspon tubuh paling baik.
- Minumlah lebih awal dan konsisten untuk menggantikan keringat yang keluar. Analisalah seberapa banyak Anda sudah mengeluarkan keringat untuk menentukan seberapa banyak cairan yang harus Anda minum.
0 komentar:
Posting Komentar